Vaksinasi Anak

FAQ:

Usia berapa anak boleh divaksinasi COVID-19?
Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Sudah berusia/telah berulang tahun ke- 6 tahun pada saat vaksinasi.

Jenis vaksin apa yang digunakan untuk anak?
Vaksin yang digunakan jenis Sinovac, diberikan sebanyak dua kali dengan interval minimal 28 hari.

Kenapa anak perlu vaksin COVID-19?

  • Mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang berinteraksi.
  • Mencegah penularan pada anggota keluarga dan saudaranya yang belum dapat divaksinasi atau yang mempunyai resiko tinggi terinfeksi.
  • Mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, meminimalisir penularan di sekolah/satuan pendidikan.
  • Mempercepat tercapainya herd immunity.

Jika anak saya baru saja melakukan imunisasi lain, apakah boleh divaksinasi COVID-19?
Vaksinasi COVID-19 dapat diberikan kepada anak dengan jarak minimal 14 hari dari vaksin lainnya.

Siapa saja sasaran vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun di DKI Jakarta?

  • Untuk pelaksanaan di sekolah dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta, sasaran vaksinasi adalah siswa yang bersekolah di tempat vaksinasi, baik berstatus penduduk DKI Jakarta maupun di luar DKI Jakarta.
  • Untuk pelaksanaan selain di sekolah, maka sasaran vaksinasi yang dapat menerima ialah:
    1. Anak yang berstatus penduduk DKI Jakarta, dibuktikan dengan Kartu Keluarga atau Kartu Identitas Anak (KIA) yang mencantumkan alamat tinggal di wilayah DKI Jakarta.
    2. Anak yang berstatus bukan penduduk DKI Jakarta dan tidak terdaftar sebagai siswa di satuan pendidikan DKI Jakarta namun bertempat tinggal di wilayah DKI Jakarta, dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan domisili dari RT sesuai alamat tinggal dan terdaftar di aplikasi data warga.

Dimana vaksin COVID-19 anak dilakukan?
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Sekolah, Puskesmas/ RS dan Pos Vaksinasi yang melayani vaksin anak.

Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh orang tua/pendamping sebelum vaksinasi COVID-19 anak?
Persiapan jadwal vaksinasi:
Untuk vaksinasi di sekolah, pastikan tanggal vaksinasi sudah sesuai.

Persiapan kondisi anak:

  • Anak terinformasi akan melakukan vaksinasi dan mengetahui manfaat dari vaksinasi yang akan dilakukan.
  • Anak dalam kondisi fit, diupayakan tidur lebih cepat dan tidak lupa sarapan.
  • Perhatian untuk anak dengan komorbid yang perlu minum obat, dipastikan sudah minum obat sebelum berangkat vaksinasi.

Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh orang tua/pendamping sebelum vaksinasi COVID-19 anak?

  • Orang tua/pendamping menemani anak selama proses skrining, vaksinasi/penyuntikan, dan observasi.
  • Anak dapat duduk sendiri atau jika diperlukan dapat dipangku oleh orang tua.
  • Orang tua/pendamping perlu menceritakan riwayat klinis yang penting kepada petugas, misalnya anak dengan komorbid/penyakit penyerta atau disabilitas.
  • Orang tua/pendamping perlu memperhatikan bahwa anak dengan komorbid/penyakit penyerta bukan kontraindikasi untuk divaksinasi, perlu terlindungi dari COVID-19 mengingat kemungkinan menjadi gejala berat jika terkena (apakah terkontrol dengan baik, apakah masih ada keluhan, apakah obat masih rutin diminum).

Apa saja yang perlu diperhatikan oleh orang tua/pendamping setelah vaksinasi COVID-19 anak?

  • Menunggu selama 15-30 menit setelah disuntik untuk diobservasi, jangan langsung meninggalkan pos vaksinasi
  • Orang tua/pendamping menanyakan kepada anak apa yang dirasakan

Setelah meninggalkan pos vaksinasi, tetap pantau anak dan segera beritahu jika anak merasakan :

  • Nyeri atau bengkak di tempat suntikan
  • Terasa pusing
  • Terasa demam atau tidak enak badan
  • Pegal atau nyeri sendi

Segera lapor ke nomor yang ada di kartu vaksinasi/fasilitas kesehatan lokasi vaksinasi dilaksanakan/puskesmas terdekat, untuk konsultasi dan diperiksa lebih lanjut.

Apa saja kemungkinan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang terjadi pada anak?
KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) biasanya bersifat ringan dan sementara, antara lain :

  • Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
  • Sakit kepala atau nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual atau muntah
  • Rasa lelah
  • Demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C)

Bagaimana cara menangani KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pada anak?
Apabila tubuh anak mengalami reaksi setelah vaksinasi:

  • Tetap tenang.
  • Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada lokasi tersebut.
  • Jika terjadi demam, kompres dengan air hangat/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.
  • Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Segera hubungi petugas kesehatan jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika terjadi reaksi yang lebih berat.
  • Jika keluhan tidak berkurang, penting untuk tetap tenang dan segera menghubungi petugas kesehatan di nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi.

Kapan KIPI dianggap sangat serius sampai anak perlu untuk dibawa ke dokter?
Segera hubungi petugas kesehatan jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika terjadi reaksi yang lebih berat.

Jika setelah vaksinasi pertama anak mengalami alergi, apakah perlu menyelesaikannya hingga dosis kedua?
Tetap perlu menyelesaikan vaksinasi dosis kedua. Jika anak mempunyai riwayat alergi berat seperti sesak napas, bengkak, urtikaria di seluruh tubuh atau gejala syok anafilaksis (tidak sadar) setelah vaksinasi sebelumnya, maka vaksinasi disarankan dilaksanakan di Rumah Sakit.

Kapan jadwal vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk anak? Apakah harus di lokasi yang sama dengan vaksinasi dosis 1?
Dosis kedua diberikan minimal 28 hari setelah dosis pertama diperoleh oleh anak. Untuk lokasi vaksinasi dosis kedua dihimbau untuk dilaksanakan di lokasi/pos vaksinasi yang sama dengan dosis pertama.